Kamis, 12 Mei 2011

KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN

1.              Pengertian kontrasepsi suntik progestin(3 bulan)
Kontrasepsi suntikan setiap 3 bulan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui
suntikan hormonal  yang mengandung depo medroksiprogesteron asetat(DMPA) 150 mg dan NET_EN(norethin drone enanathate)yang diberikan secara IM.
Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman.Sebelum disuntik,kesehatan ibu harus diperiksa dulu untuk memastikan kecocokannya. 
Salah satu tujuan utama dari penelitian konterasepsi adalah untuk mengembangkan suatu metode kontrasepsi yang berdaya kerja panjang(lama),yang tidak membutuhkan pemakaian setiap hari atau setiap akan bersenggama,tetapi tetap reversibel.
Dua kontrasepsi suntik berdaya kerja lama yang sekarang banyak di pakai adalah:
v   DMPA(depo medroksiprogesteron asetat)
a. di pakai di lebih dari 90 negara,telah digunakan selam kurang lebih 20 tahun dan sampai saat ini asptornya berjumlah kira-kira 5 juta wanita.
b. diberikan setiap sekali 3 bulan dengan dosis 150 mg.
v   NET-EN(norethin drone enanathate)
a.Dipakai lebih dari 40 negara,dengan jumlah aseptor kira-kira 1,5 juta wanita.
b.Diberikan dalam dosis 200 mg sekali setiap 8 minggu atau setiap 8 minggu pertama untuk      6 bulan(=3X suntikan pertama)kemudian selanjutnya sekali setiap 12 minggu.
2.              Cara kerja dari kontrasepsi progestin(3 bulan)
ü   Mencegah ovulasi
ü   Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi    sperma.
ü   Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrof.
ü   Menghambat transportasi gamet oleh tuba.

3.              Keefektivitasan kontrasepsi suntik progestin(3 bulan)
Kontrasepsi suntik tersebut memiliki keefektivitasan yang tinggi,dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan pertahun,asal penyuntikan dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan.
4.              Keuntungan dari kontrasepsi progestin(3bulan)
Ø   Sangat efektif.
Ø   Pencegahan kehamilan jangka panjang.
Ø   Tdak berpangaruh pada hubungan suami istri.
Ø   Tidak mengandung estrogen sehingga tidak bredampak serius terhadap penyakit jantung,dan ganguan pembekuan darah.
Ø   Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI.
Ø   Sedikit efek samping.
Ø   Klien tidak perlu menyimpan obat suntik.
Ø   Dapat digunakan oleh perempuan >35 tahun sampai perimenoupose.
Ø   Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan etopik.
Ø   Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara.
Ø   Mencegah beberapa penyakit radang panggul.
Ø   Menurunkan krisis anemia bulan sabit(sicle cell).

5.              Keterbatasan dari suntik progestin(3 bulan)
§    Sering ditemui ganguan haid seperti:
-siklus haidyang memendek atau memanjang.
-pendarahan yang banyak atau sedikit
-pendaraha tidak teratur atau pendarahan bercak(spotting).
-yidak haid sama sekali
§    Klien sangat bergantungpada tempat sarana pelayanan kesehatan (haru skembali untuk suntikan)
§    Tidak dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya.
§    Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering.
§    Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual ,virus hepatitis B,atau infeksi virus HIV.
§    Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.
§    Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan/kelainan organ genetalia,melainkan karena habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya(tempat suntikan)
§    Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang.
§    [ada pengunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang(densitas)
§    Pada pengunaan jangka panjang dapat menombulakan kekeringan pada vagina,menurunkan libido,gangguan emosi(jarang),sakit kepala,nervositas,jerawat.

6.              Yang dapat menggunakan kontrasepsi suntikan progestin
·                Usia reproduksi.
·                Nulipara dan yang telah memiliki anak.
·                Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memilki efektivitas tinggi.
·                Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai.
·                Setelah melahrkan dan tidak menyusui.
·                Setelah abortus dan keguguran.
·                Telah banyak anak,tetapi elim menghendaki tubektomi.
·                Perokok.
·                Tekanan darah >180/110 mmHg,dengan masalah gangguan pembekuan darah atau anemia bulan sabit.
·                Menggunakan obat untuk epilepsi(fenitoin dan barbiturat)atau obat tuberculosis (rifampisin).
·                Tidak dapat memakai kontrasepsi yang menggunakan estrogen.
·                Sering lupa mengunaka pil kontrasepsi.
·                Anemia efesiensi besi.
·                Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.

7.              Yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi  suntikan progestin
·                    Hamil atau dicurigai hamil (risiko cacat pada janin per 100000 kelahiran)
·                    Peredaran pervaginam yang belum jelas penyebabnya
·                    Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorea
·                    Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara
·                    Diabetes mellitus disertai komplikasi
8.              Waktu mulai menggunakan kontrasepsi suntikan progestin
·                Setiap saat selama siklus haid, asal ibu tersebut tidak hamil
·                Mulai hari pertama samapi hari ke-7 siklus haid
·                Pada ibu yang tidak haid, injeksi pertama dapat diberikan setiap saat, asalkan saja ibu tersebut tidak hamil. Selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubunga seksual
·                Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin mengganti dengan kontrasepsi suntikan. Bila ibu telah menggunakan kontrasepsi hormonal sebelumnya secara benar, dan ibu tersebut tidak hamil, suntikan pertama dapat segera diberikan. Tidak perlu menunggu sampai haid berikutnya datang.
·                Bila ibu sedang menggunakan jenis kontrasepsi jenis lain dan ingin menggantinya dengan jenis kontrasepsi suntikan yang lain lagi, kontrasepsi suntika yang akan diberikan dimulai pada saat jadwal kontrasepsi suntikan yang sebelumnya.

·                Ibu yang menggunakan kontrasepsi nonhormonal dan ingin menggantikannya dengan kontrasepsi hormonal, suntikan pertama kontrasepsi hormonal yang akan diberikan dapat segera diberikan, asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan pemberiannya tidak perluy menunggu haid berikutnya datang. Bila ibu disuntik setelah hari ke-7 haid, ibu tersebut selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual
·                Ibu ingin menggantikan AKDR  dengan kontrasepsi hormonal. Suntikan pertama dapat diberikan pada hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid, atau dapat diberikan setiap saat setelah hari ke-7 siklus haid, asal saja yakin ibu tersebut tidak hamil
·                Ibu tidak haid atau ibu dengan perdarahan tidak teratur. Suntika pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.

9.              Informasi lain yang perlu disampaikan
·                Pemberian kontrasepsi suntikan sering menimbulkan gangguan haid. Gangguan haid ini biasanya bersifat sementara dan sedikit sekali menggangu kesehatan
·                Dapat terjadi efek samping seperti peningkatan berat badan, sakit kepala, dan nyeri payudara, efek-efek samping ini  jarang, tidak berbahaya, dan cepat hilang
·                Karena terlambat kembalinya kesuburan, penjelasan perlu diberikan pada ibu usia muda yag ingin menunda kehamilan, atau bagi ibu yang merencanakan kehamilan berikutnya dalam waktu dekat
·                Setelah suntikan dihentikan, haid tidak segera datang. Haid baru datang kembali pada umunya setelah 6 bulan. Selama tidak haid tersebut dapat saja terjadi kehamilan. Bila setalah 3-6 bulan tidak juga haid, klien harus kembali ke dokter atau tempat pelanyanan kesehatan untuk dicari penyebab tidak haid tersebut.
·                Bial klien tidak dapat kembali pada jadwal yang telah ditentukan, suntikan dapat diberikan2 minggu sebelum jadwal. Dapat juga suntikan dibeerikan 2 minggu setelah jadwal yang ditetapkan, asal saja tidak terjadi kehamilan. Klien tidak dibenarkan melakukan hubunga sekesual selama 7 hari, atau menggunakan metode kontrasepsi lainnya selama 7 hari. Bila perlu dpat juga mengunakan kontrasepsi darurat.

·                Bila klien, misalnya sedang mengunakan salah satu kontrasepsi suntikan dan kemudian meminta untuk digantikan dengan kontraspesi suntikan yang lain, sebaiknya jangan dilakukan. Andaikata terpaksa juga dilakukan, kontrasepsi yang akan diberikan tersebut diinjeksi sesuai dengan jadwal suntika dario kontrasepsi hormonal yang sebelumnya
·                Bial klien lupa jadwal suntikan, suntikan dapat segera diberikan, asal saja diyakini ibu tersebut tidak hamil.

10.          Peringatan bagi pemakai kontrasepsi suntikan progestin
·                Setiap terlambat haid harus dipikirkan adanya kemungkinan kehamilan
·                Nyeri abdomen bawah yang berat kemungkinan gejala kehamilan ektopik terganggu
·                Timbulnya abses atau perdarahan tempat injeksi
·                Sakit kepala migrain, sakit kepala berulang yang berta atau keburnya penglihatan
·                Perdarahan berat yang 2 kali lebih panjang dari masa haid atau 2 kali lebih banyak dalam satu periode masa haid

11.          Penanganan gangguan haid
Amenorea
·                    Tidak perlu dilakukan tindakan apapun. Cukup konseling saja
·                    Bila klien tidak dapat menerima kelainan haid tersebut, suntikan jangan dilanjutkan. Anjurkan pemakaian jenis kontrasepsi yang lain.

Perdarahan

·                Perdarahan ringan atau spotting sering dijumpai, tetapi tidak berbahaya
·                Bila perdarahan/spotting terus berlanjut atau setelah tidak haid, namun kemudian terjadi perdarahan, maka perlu dicari penyebab perdarahan tersebut. Obatilah penyebab perdarahantersebut dengan cara yang sesuai. Bila tidak ditemukan penyebab terjadinya perdarahan, tanyakan apakah klien masih ingin melanjutkan suntikan, dan bila tidak , suntikan jangan dilanjutkan lagi dan carikan kontrasepsi jenis lain.
·                Bila ditemukan penyakit radang panggul ata penyakit sakibat hubunga seksual , klien perlu diberi pengobatan yang sesuai dan suntikan dapat terus dilanjutkan
·                Perdarahan banyak atau memanjang(lebih dari 8 hari atau 2 kali lebih banyak dari perdarahan yang biasanya dialami pada siklus haid normal). Jelaskan bahwa perdarahan yang banyak atau memanjang tersebut biasa ditemukan pada bulan pertama suntikan
·                Bial gangguan tersebut menetap, perlu dicari penyebabnya dan bila ditemukan kelainan ginekologik, klien perlu diobati atau dirujuk
·                Bila perdarahan yang terjadi mengancam kesehatan klien atau klien tidak dapat menerima perdarahan yang terjadi, suntikan jangan dilanjutkan lagi. Pilihkan jenis kontrasepsi yang lain. Untuk mencegah anemia perlu diberi preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat besi.

Tabel 1.1: keadaan yang memerlukan perhatian khusus
Keadaan
Anjuran
Penyakit hati akut
Penyakit jantung
Stroke
Sebaiknya jangan menggunakan kontrasepsi suntikan
Sebaiknya jangan menggunakan kontrasepsi suntikan
Sebaiknya jangan menggunakan kontrasepsi suntikan

Intruksi bagi klien
Klien harus kembali  ke tempat pelayanan kesehatan atau klinik untuk mendapatkan suntikan kembali setiap 12 munggu untuk DMPA atau setiap 8 minggu untuk noristerat

Tabel 1.2: penanganan efek samping yang sering dijumpai
Efek samping
penanganan
·                     Amenorea (tidak terjadi perdarahan/spotting)












·                     Perdarahan/perdarahan bercak(spotting)


















·                     Meningkatnya  menurunya berat badan
·                     Bila tidak hamil, pengobatan apapun tidak perlu, jelaskan bahwa darah haid tidak terkumpul dalam rahim. Nasihati untuk kembali ke klinik
·                     Bila telah terjadi kehamilan, rujuk klien. Hentikan penyuntikan. Jelaskan bahwa hormon progestin tidak akan menimbulkan kelainan pada janin
·                      Bila terjadi ektopik, rujuk kilen segera
·                     Jangan berika terapi hormonal untuk menimbulkan perdarahan karena tidak akan berhasil. Tunggu 3-6 bulan kemudian, bila tidak terjadi perdarahan juga, rujuk ke klinik.
·                     Imformasikan bahwa perdarahan ringan sering dijumpai, tetapi hal ini bukanlah masalah serius, dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Bila klien tidak dapat menerima perdarahan tersebut dan ingin melanjutkan suntikan, maka dapat disarankan 2 pilihan pengobatan
·                     1 siklus pil kontrasepsi kombinasi ( 30-35 µg etiniles-tradiol), ibuprefon ( sampai 800 mg, 3x/hari untuk 5 hari), atau obat jenis lain. Jelaskan bahwa selesai pemberian pil kontrasepsi kombinasi dapat terjadi perdarahan . bila terjadi perdarahan banyak selama pemberian suntikan ditangani dengan pemberian 2 tablet pil kontrasepsi kombinasi/hari selama 3-7 hari dilanjutkan dengan 1 siklus pil kontrasepsi hormonal, atau diberi 50 µg etinilestradiol atau 1,25 mg estrogen equin konjugasi untuk 14-21 hari
·                     Imformasikan bahwa kenaikan / penuruna berat badan sebanyak 1-2 kg dapat saja terjadi. Perhatikan diet klien bila perubahan berat badan terlalu mencolok. Bila berat badan berlebihan , hentikan suntikan dan anjurkan metode kontrasepsi lain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar